Dari Teknisi Jadi Guru Berprestasi
Rudi Haryadi, Guru SMKN 1 Cimahi yang meraih juara satu dalam seleksi guru SMK Berprestasi Tingkat Provini Jawa Barat tahun 2018
Dari Teknisi Jadi Guru Berprestasi
Oleh Nizar Al Fadillah
16 Juli 2018, 08:50 WIB    941 views       Prestasi

BANDUNG, DISDIK JABAR – Tak terbayangkan dibenaknya untuk menjadi seorang guru. Pernah bekerja  di salah satu Penyelenggara Jasa Internet di Bandung, menjadikannya sesosok teknisi alih-alih tenaga pendidik. Namun, baktinya pada almamater sekolah merubah garis hidupnya. Dan satu setengah dasawarsa kemudian, Sang Teknisi didaulat menjadi Guru SMK Berprestasi tingkat Provinsi.

Adalah Rudi Haryadi, Guru SMKN 1 Cimahi yang meraih juara satu dalam seleksi guru SMK Berprestasi Tingkat Provini Jawa Barat tahun 2018 yang dilaksanakan di Hotel Panorama, Lembang, 5 Mei silam. Rudi meraih juara lewat inovasi metode belajar yang ia gagas dalam karya tulisnyA yang berjudul “Pembentukan Keterampilan Kerja Melalui Model PEPPERMINT Pada Pembelajaran Mail Server di SMKN 1 Cimahi”.

Lewat pencapaiannya, guru kelahiran 24 Maret 1981 ini  akan mewakili Jawa Barat dalam seleksi guru SMK Berprestasi tingkat Nasional yang diakan 12-19 Agustus mendatang.

Keberkahan Menjadi Guru

Jauh sebelum pencapaian saat ini, tak terbesit dibenak Rudi untuk menjadi seorang guru. Setelah lulus dari SMKN 1 Cimahi dan menyelesaikan studi D3 Jurusan Teknik Elektro di Unjani, Ia diterima menjadi pegawai di salah perusahaan penyedia jasa internet di Bandung pada tahun 2003. “Tidak pernah terpikiran untuk jadi guru, latar belakang saya teknis, keseharian teknis, dan saya kerjakan di kantor juga tak ada sangkut paut dengan guru,” ucap Rudi saat ditemui di ruang guru TKJ SMKN 1 Cimahi, Jumat, 13 Juli 2018.

Namun, disela libur kantor yang memberlakukan sistem shift, Rudi biasanya menyempatkan diri untuk datang ke sekolah dan membantu kegiatan yang ada. Hingga pada suatu hari, lewat baktinya ke sekolah, salah satu guru menawarinya untuk mengajar disana, yang disaat bersamaan baru dibukanya jurusan baru yakni Teknik Komputer Jaringan dan RPL di tahun 2004 yang membutuhkan jasa pendidik.

Setali tiga uang, tempatnya bekerja memberikan cuti tanpa tanggungan untuk Rudi memfokuskan diri di sekolah selama tiga bulan. Setelah itu, Rudi pun memantap pilihan untuk menjadi seorang guru. Pilihannya ia akui tepat, karena ia merasa menjadi guru adalah sebuah berkah. “saya merasakan banyak berkah saat menjadi guru, meski memang penghasilan yang didapat tak lebih banyak dari sebelumnya, tapi  selalu ada kecukupan yang dirasakan,” katanya.

Keberkahan pun berangsung-angsur dirasakan Rudi. Setelah terdaftar sebagai guru honorer, pada tahun 2006, ia mendapatkan slot peningkatan kompetensi guru yang saat itu dilaksanakan dalam lingkupan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Ia pun menyelesaikan pendidikan Sarjananya  pada tahun 2008 di Unjani, Jurusan Teknik Elektro. Tak lama setelah lulus, ia pun diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan mengajar di SMKN 1 Cimahi sampai sekarang. Dan di tahun 2015, Rudi menyelesaikan studi Magisternya di Universitas Pendidikan Indonesia Prodi Pendidikan Teknologi Kejuruan.

PEPPERMINT, Metode Pembelajaran berbasis Teknologi

Dalam Best Practice yang ia paparkan saat proses seleksi, Rudi mengangkat metode PEPPERMINT sebagai metode pembelajaran yang ia aplikasikan di sekolah. PEPPERMINT merupakan singkatan dari tahap proses pembelajaran yang diterapkan, yakni Plan (perencanaan), Explore (Pengetahuan), Practice (pengerjaan), Perform (penyajian), Enquiry (pencarian) dan Reflect (evaluasi), Memorize (penghafalan) dan INT (Internet) sebagai sumber daya pembelajaran.

Rudi menerangkan ada tiga keunggulan yang didapat ketika menerapkan metode ini , yakni pembiasaan bagi siswa memahami kultur dunia industri dengan disimulasikan berada dalam dunia induustri di pelajaran, penguasaan kompetensi kerja dan pengintegrasian Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Menurut salah satu siswa Teknik Komputer Jaringan SMKN 1 Cimahi, Yandi Rizky Nugraha mengatakan, dengan metode ini, ia bisa lebih mandiri dan bisa mengeluarkan kreativitas dalam pembelajaran. “Dan penyampaian dari Pa Rudi juga mudah dipahami,” ucap yandi di

Pelibatan Teknologi

Pengembangan industri, dari hari kehari selalu meningkat pesan dan tak pernah stagnan. Maka dari itu, Rudi menilai, Guru harus mampu mengimbangi pendidikan disekolah dengan tuntutan industri. Itulah yang menjadi alasan Rudi untuk memberdayakan teknologi dalam mata pelajarannya, yaitu mengenakan ponsel pintar yang dimiliki oleh siswanya. “Generasi sekarang mudah memahami hal baru dalam bidang teknologi, maka saya manfaatkan itu sebagai sarana pembelajaran,” jelas Guru kelahiran Garut tersebut. 

Lewat metode PEPPERMINT juga, siswa akan dipaksa menggunakan ponsel pintar mereka untuk belajar dan mengurangi waktu mereka bermain gim dan media sosial, karena sistem pembelajaran yang Rudi terapkan adalah sistem daring. Sehingga kewajiban mereka sebagai pelajar bisa terlaksanakan.

Rudi berpesan kepada seluruh guru yang ada di Indonesia agar senantiasa beinovasi menemukan startegi pembelajaran bagi para siswa, yang diabad ke 21 ini identik dengan perkembangan teknologi. Pun dengan pengampu kebijakan pendidikan, Rudi berharap ada program pengembangan mutu guru agar kualiatas guru dapat selalu ditingkatkan. “Selain berkewajiban mengajar,  penting bagi guru untuk diberi ruang berkreativias sendiri,” pungkasnya.***


 Komentar (Ada 3 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


Iis Setiawati
Rudi Haryadi Guru SMKN1 Cimahi, pantas dan layak jadi juara ke 1 tingkat Nasional ... Rudi Haryadi is the best
BALAS
11 Agustus 2018, Pukul 23:07 WIB
Titi dwi
Kepala jurusanku, pada masanya. Sukses selalu pa rudi?
BALAS
18 Juli 2018, Pukul 20:10 WIB
Anonymous
STM Bandung Poenyaa..
BALAS
18 Juli 2018, Pukul 15:17 WIB