Literasi dan JurnalisKids di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung
Literasi dan JurnalisKids di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung
Oleh Nizar Al Fadillah, Sumber berita dari Dinas Pendidikan Jawa Barat
02 Agustus 2018, 11:09 WIB    162 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR – Dita terlihat cemas diantara kerumunan peserta. Setelah satu persatu temannya memasuki ruangan, giliran Dita yang dipanggil oleh dewan juri. Dengan nomor peserta 53 yang ditempel di dada, ia tergesa dan masuk ruangan lalu mengambil selembar kertas. Ia mengambil posisi tepat di depan dewan juri, bak audisi pencarian bakat di televisi.

Siswi SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung itu menarik nafas panjang. Membaca sekilas teks yang tertulis  di kertas. Diiringi sorotan kamera, Dita mulai membaca teks di tangannya yang merupakan penggalan berita. Laiknya pembawa acara berita, meski masih duduk di kelas 5 SD, intonasi serta gestur tubuhnya serasi dengan news anchor pada umumnya.

Belum selesai Dita membaca isi teks, tiga dewan juri memberhentikan Dita dengan paksa. Lalu secara bergiliran, mereka berucap yes. Suara tepuk tangan pun terdengar riuh diruangan. Namun  dengan kepolosannya, ia masih diam mematung, menatap dewan juri dengan tatapan heran. Setelah salah satu juri berujar bahwa Dita lolos, sambil mengusap wajahnya sebagai simbol ucapan syukur, senyum Dita pun tersimpul dan menyalami dewan juri satu persatu.

Dita dan siswa siswi SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung lainnya sedang mengikuti Lomba Pelajar Literasi dan JurnalisKids yang diselenggarakan oleh Tim Literasi Sekolah tersebut, Rabu, 1 Agustus 2018, di ruang sumber belajar, SD Muhammadiyah 7, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Acara ini diselenggarakan guna membudayakan literasi di sekolah serta menumbuhkan jiwa kompetisi siswa.

Ketua Tim Literasi Sekolah SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung, Mulyanti menjelaskan, ajang tersebut diikuti oleh siswa sisiwi kelas 4 dan 5 dan sudah dilakukan sejak tahun lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaring minat bakat anak dalam jurnalistik serta menunjang program sekolah tentang media komunikasi Televisi Internet yang membutuhkan para jurnalis dari siswa. “Tujuannya untuk menjaring, melatih, mengasah, dan menyulurkan minat bakat guru dan siswa dalam bidang jurnalistik,” tutur guru yang juga menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum tersebut.

Budayakan literasi

Konsep kegiatan JurnalisKids sendiri dibuat seperti audisi di televisi agar lebih menarik dan mampu menumbuhkan jiwa kompetisi sedini mungkin. “Iya ada yang lolos ada yang enggak, bahkan ada yang sampai nangis karena enggak lolos. Itu wajar, kita ingin menumbuhkan jiwa kompetisi mereka,” kata Yanti.

Berbeda dengan lomba JurnalisKids, para siswa yang mengikuti lomba pelajar literasi akan dipersiapkan untuk mengikuti lomba literasi nasional di Makasar, meliputi mendongeng, membuat cerpen, membaca puisi, membuat pantun dan membuat syair. “Seleksinya sudah dilaksanakan pada saat parade literasi kemarin,” ucap Yanti.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung, Iwan Kurniawan menjelaskan, sekolah adalah tempat yang paling maksimal untuk membudayakan literasi bagi para siswa, karena adanya sarana, prasarana dan pendidik. “Sehingga ini kembali lagi kepada sekolah itu sendiri, mau memaksimalkan kesempatan untuk membudayakan literasi atau tidak. Dan kami disini memiliki kemauan untuk memaksimalkan kesempatan tersebut,” tutur Iwan saat ditemui diruangannya.

Selain membudayakan literasi, lewat kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kompetisi siswa, karena kompetisi tak bisa mereka dapat di dalam pendidikan keluarga dirumah. Iwan pun mengimbau, dengan potensi yang dimiliki oleh siswanya, ia tak menuntut mereka untuk mendapatkan prestasi berbentuk piala atau memenangi. “Yang penting mereka mampu membudayakan literasi dengan baik, karena jika sudah membudaya, prestasi pun akan mengikuti,” tutur Iwan.

Salah satu siswi, Raihanah Anindita Nurbaiti mengatakan senang mengikuti lomba tersebut dan ingin menjadi bagian dari jurnalis anak. “Udah suka mewawancarai, meski sempat malu, tapi orang tua dirumah selalu bilang kalau Dita harus percaya diri. Dita ingin jadi bagian dari JurnalisKids,” tutur siswi yang pernah meraih juara satu speech english tersebut.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar