Mengembangkan Program Teaching Factory dan Technopark di SMK
Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Ahmad Hadadi (kedua kiri).
Mengembangkan Program Teaching Factory dan Technopark di SMK
Oleh Vanni Hadiani, Sumber berita dari Dinas Pendidikan Jawa Barat
07 November 2018, 15:42 WIB    641 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi atau jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri. Program ini dilaksanakan dalam suasana seperti layaknya industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Dilansir dari Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud), pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK.Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya.

Selain itu, program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK, yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi. Technopark akan menjadi pengembangan Teaching Factory yang mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat. Selain itu, dapat mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerahdan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri.

Guru SMKN 1 Bandung, Hendi Susanto mengatakan SMKN 1 Bandung telah menerapkan Teaching Factory kepada para siswa jurusan pemasaran. Program ini disusun sesuai dengan kompetensi lulusan SMK. Para siswa mengikuti alur bisnis sesuai dengan pola perusahaan.   Sehingga, terbentuk keselarasan antara dunia industri dengan sekolah.

“Anak-anak dibagi beberapa kelompok sehingga terbentuk beberapa divisi sesuai dengan kompetensi yang digunakan. Diantaranya seperti pelayanan, pengemasan, pelebelan, mempromosikan, sampai pada menghasilkan suatu produk,” ujar Hendi saat dihubungi, Rabu, 7 November 2018.

Hendi mengatakan saat ini program Teaching Factory terus berjalan, khususnya bagi siswa kelas XI. SMKN 1 Bandung saat ini terus meningkatkan divisi-divisi yang ada guna mengembangkan kompetensi setiap siswa. Sehingga akan membentuk siswa yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan industri.

Selain SMKN 1 Bandung yang telah melaksanakan Teaching Factory, SMKN 2 Tasikmalaya juga telah meluncurkan program Technopark beserta Produk Technopark. Beberapa siswa SMKN 2 Tasikmalaya menciptakan Knalpot Motor yang tergabung dalam startup atau perusahaan rintisan bernama Maxima Racing.

Tujuan program Teaching Factory dan Technopark ini adalah meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri. Sehingga berdampak pada penguatan daya saing industri di Indonesia. Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif atau sikap (attitude), kemampuan berpikir atau mental (cognitive), Higher-Order Thinking Skills (HOTS) yang mampu berpikir kritis, dan memecahkan masalah (critical thinking/evaluation dan problem solving). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar