Ini Dia Aturan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Ini Dia Aturan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Oleh Siti Maryam Delina F
19 April 2018, 00:00 WIB    3240 views       Inovasi

BANDUNG, DISDIK JABAR - Baraya Disdik Jabar, ternyata dalam menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya terdapat beberapa aturan yang harus kita patuhi. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 1958 Tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Dalam PP tersebut tidak saja dijelaskan tujuan penggunaan Lagu Kebangsaan, akan tetapi mengenai tata tertib penggunaannya hingga aturan hukum. 

Dalam Bab II tentang Penggunaan Lagu Kebangsaan, pada Pasal 4, ayat (1) yang berbunyi, Lagu Kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan bertujuan:  a) Untuk menghormat Kepala Negara/Wakil Kepala Negara.  b) Pada waktu penaikan/penurunan Bendera Kebangsaan yang diadakan dalam upacara, untuk menghormat Bendera itu.  c) Untuk menghormat negara asing.  Pada ayat (2) Lagu Kebangsaan dapat pula diperdengarkan/dinyanyikan:  a) Sebagai pernyataan perasaan nasional.  b) Dalam rangkaian pendidikan dan pengajaran.                

Baraya Disdik Jabar, dalam BAB V tentang Tata Tertib Dalam Penggunaan Lagu Kebangsaan, dijelaskan mengenai larangan penggunaan Lagu Kebangsaan untuk beberapa hal, yaitu pada Pasal 8 ayat (1) yang berbunyi Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan/dinyanyikan pada waktu dan tempat menurut sesuka-sukanya sendiri. Sedangkan dalam ayat (2) dijelaskan bahwa Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan dan/atau dinyanyikan dengan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan lain daripada yang tertera dalam lampiran-lampiran peraturan ini.                

Selain itu, pada Pasal 9 dijelaskan bagaimana sikap seseorang yang sedang menyanyikan/ mendengarkan Lagu Kebangsaan, yaitu pada waktu Lagu Kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan pada kesempatan-kesempatan yang dimaksud dalam peraturan ini, maka orang yang hadir berdiri tegak di tempat masing-masing. Mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat dengan cara yang telah ditetapkan untuk organisasi itu. 

Sedangkan mereka yang tidak berpakaian seragam, memberi hormat dengan meluruskan lengan ke bawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala sorban dan kudung atau topi wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.

Sanksi kepada seseorang yang tidak patuh terhadap tata tertib di atas, diatur dalam BAB VI pasal 10 ayat (1), yang berbunyi : barangsiapa melanggar ketentuan-ketentuan tersebut dalam pasal 5, pasal 7 ayat 2 dan ayat 3, dan pasal 8 Peraturan ini, dihukum dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau dengan denda sebanyak-banyaknya lima ratus rupiah.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar