Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Se-Jabar Adu Bakat dalam FLS2N Tingkat Provinsi Jabar

Kota Bandung-- Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Dinas Pendidikan Jawa Barat menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2017, di SLB Negeri Cicendo, Kota Bandung. Menurut Ketua Pelaksana FLS2N 2017,  Anna Budhiarti, Spd.MM, antusiasme pada kompetisi kali ini lebih meningkat dibandingkan tahun lalu, dimana pada tahun lalu, tidak seluruh SLB di Jabar ikut berpartisipasi.

"Tahun ini, partisipasinya makin tinggi, sehingga kompetisi pun semakin berat.  Memang masih ada beberapa SLB yang tidak mengikuti seluruh jenis lomba. Namun, FLS2N tahun ini sesuai target, karena seluruh peserta dari SD, SMP, dan SMA se-27 kabupaten/kota turut hadir. Jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya setengahnya," katanya saat ditemui di SLB Negeri Cicendo pada Kamis (14/09/2017).

Ia mengatakan, FLS2N tingkat provinsi dilaksanakan untuk menyaring peserta yang akan berkompetisi di tingkat nasional, yang akan digelar di Surabaya pada 24 September 2017 mendatang. Kategori lomba yang dikompetisikan, sesuai dari petunjuk teknis dari FLS2N tingkat nasional.

"FLS2N terdiri dari 6 jenis lomba, yaitu  menyanyi, melukis, desain grafis, menari, MTQ dan pantomim. Khusus pantomim, lomba hanya bisa diikuti oleh siswa tunarungu di tingkat SMP dan SMA. Sementara seluruh lomba bisa diikuti oleh mereka yang tunanetra, tunagrahita, tunadaksa, dan autis," terangnya.

Anna menambahkan, juri yang memberi penilaian pada FLS2N tingkat provinsi, merupakan juri yang sudah ahli di bidangnya. Contohnya, juri untuk desain grafis adalah dosen dari Unikom, juri melukis dari Itenas, dan menyanyi dari UPI. Sebelumnya, juri sudah disosialisasikan seputar kebutuhan yang dimiliki peserta.   Tak hanya itu, peserta sudah diseleksi dari tingkat gugus, setelah itu tingkat kabupaten, dan saat ini di tingkat provinsi. Tujuan FLS2N, kata Anna, adalah untuk menggali potensi anak yang belum terekspos. Melalui ajang seperti ini, pihaknya bisa memandirikan anak dan guru bisa lebih jeli melihat potensi anak.
"Kategori pemenang terdiri dari juara 1 hingga 3. Selain mendapat piala, mereka juga mendapat sertifikat dan uang kadedeuh. Bagi mereka yang tidak mendapat juara, tetapi dapat memikat juri, tetap mendapat goodie bag," katanya.

Salah seorang juri kategori lomba melukis, Dadan Suparlan mengatakan, seluruh karya peserta mencerminkan sudut pandang siswa yang berbeda. Kalah ataupun menang, siswa tetap harus berlatih mencoba berbagai medium melukis.

"Lukisan ada yang kuat secara ide, ada juga teknis. Lukisan yang penuh ide, seolah-olah merepresentasikan sebuah cerita. Sementara yang menonjol secara teknis, memperlihatkan bahwa mereka punya kemampuan luar biasa dibandingkan anak-anak seusianya," pungkasnya.

Dalam kompetisi kali ini, untuk Juara Umum  diraih oleh  Kabupaten Cianjur, yakni mendapat 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Sementara pada posisi kedua diraih oleh  Kabupaten Bandung dengan 2 emas.  Sedangkan, Kota Bandung sebagai tuan rumah, harus puas berada pada posisi ketiga berhasil meraih 1 emas dan 2 perak. (AFN).