Tingkatkan APK dan APM, Disdik Jabar Buka Sekolah Terbuka dan PJJ

Kota Bandung - Dinas Pendidikan Jawa Barat meyakini mampu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) hingga 98%. Bahkan diikuti juga dengan kenaikan Angka Partisipasi Murni (APM) sampai dengan angka 86. 

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Disdik Jabar Dodin Rusmin Nuryadin upaya peningkatan APK dan APM idak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Tetapi juga dengan adanya bantuan masyarakat.

“Kita terus berupaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan. Dengan demikian partisipasi usia pendidikan untuk bersekolah terus  meningkat,” ujarnya pada Jumat (25/8/2017).

Pemprov Jabar  sedang  membenahi peningkatan partisipasi siswa untuk bersekolah. Salah satunya dengan program inovasi Sekolah Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Program sekolah terbuka diperuntukkan bagi lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMA negeri atau pun swasta. Sedangkan, PJJ akan diisi oleh lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke SMK. 

Dengan adanya kedua program tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat para siswa untuk bersekolah. Juga,  mendorong para orang tua untuk dapat menyekolahkan anaknya. 

“Program ini kualitas pendidikannya sama dengan sekolah reguler. Demikian juga tenaga pengajar dan ijazah, dan waktu belajarnya lebih fleksibel,” katanya.

Diakui Dodin, saat ini tingkat partisipasi Siswa SMA, SMK dan MA di Jawa Barat terbilang masih rendah.  Hal ini dilihat dari data pada tahun 2016-2017,  APM -nya hanya 57%.

Penyebabnya, jumlah SMA dan SMK negeri di Jabar tidak sebanding dengan jumlah SMP. Sehingga, banyak lulusan yang tidak tertampung di SMA dan SMK negeri.  Untuk itu, Dodin mengatakan Pemprov Jabar telah menyiapkan program pembangunan 20.000 ruang kelas baru (RKB). Yang sudah terealisasi, sebanyak 18.000 RKB.(YH)