SMAN 5 Bandung Gelar Literasi Alam Se-Asia Pasifik

Pembukaan Dilakukan Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, H. Firman Adam, M.Pd

BANDUNG - Sejumlah SMA di Kota Bandung mengikuti Literasi Alam sebagai Gerakan Pembelajaran di Luar Kelas se-Asia Pasifik di Taman Musik Jalan Belitung, Kamis (7/9/2017). Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam.      

Menurut Kepala?SMAN 5, Suparman kegiatan itu diadakan untuk menginspirasi proses belajar yang menyenangkan sehingga, sekolah lebih ramah anak.     

"Kegiatan ini serentak diadakan se-Asia Pasifik. Di Kota Bandung, untuk tingkat SMA kegiatannya diselenggarakan di sekolah kami," ungkap Suparman    

Ia menyebutkan selain siswa SMAN 5 Bandung, peserta yang ikut andil dalam kegiatan tersebut adalah sejumlah  perwakilan dari 15 sekolah lainnya di Kita Bandung. Suparman mengatakan dalam kegiatan literasi itu, anak akan terasah pola pikirnya karena banyaknya bahan bacaan.    

“Kami ingin anak semakin sehat, terlibat dalam pembelajaran, juga dekat dengan alam. Dengan begitu, pola pikirnya akan semakin terasah,” ujarnya.      

Sementara itu, Wakil Kepsek Bidang Akademik SMAN 5 Kota Bandug, Suhendri mengatakan siswa memang perlu belajar di luar kelas. Rasa jenuh karena terlalu sering berada di dalam  kelas akan digantikan suasana menyegarkan dan menyenangkan di luar kelas. Program itu juga sejalan dengan program literasi sekolah yang selama ini telah dijalankan.    

"Ini dilakukan karena sekolah harus menjadi rumah kedua bagi siswa sehingga kenyamanan siswa di sekolah juga penting. Untuk itu, perlu dihadirkan juga ruang-ruang di mana anak merasa tidak terkekang terhalang tembok ruangan. Salah satunya dengan belajar di taman," jelasnya.    

Di samping itu, Suhendri mengatakan, sekolah harus memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan kegiatan literasi,baik dalam pembelajaran atau pun kegiatan sekolah lainnya. Berbagai fasilitas telah disediakan untuk menunjang kegiatan tersebut seperti sudut-sudut baca.      

Akan tetapi, hingga saat ini, buku yang disediakan oleh sekolah tidak mencukupi sehingga siswa masih membawa sendiri buku yang akan dibacanya. Kendati demikian, kata Suhendri, sekolah telah memberikan batasan buku apa yang diperbolehkan untuk dibaca. “Kami memang menyarankan siswa membaca buku-buku non pelajaran,” katanya. **