Jelajah Budaya dalam Kegiatan Saba Budaya dan Helaran Kesenian Tradisional

Bandung - Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah (BPBKD) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, telah menggelar kegiatan "Saba Budaya" dan "Helaran Kesenian Tradisional" ke Palabuan Ratu, Kabupaten Sukabumi, pada 30 Agustus 2017 lalu. 

Kepala BPBKD Disdik Prov. Jabar, Husen R. Hasan mengatakan bahwa program tersebut merupakan bukti nyata yang dilakukan pemerintah terhadap proses pelestarian budaya dan pengenalan budaya kepada generasi muda, khususnya para siswa di sekolah. 

"Pada prinsipnya, BPBKD akan terus dengan sekuat tenaga mengawal, memfasilitasi, dan mengaktualisasi upaya pemeliharaan dan pengembangan bahasa dan seni daerah, khususnya Sunda, Cirebon-Dermayu, dan Melayu-Betawi, yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Barat.

Salah satunya dengan program kegiatan Helaran Kesenian Tradisional dan Kunjungan Budaya/Saba Budaya ini," ujarnya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan acara tersebut. 

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, menurutnya memiliki tujuan untuk menemukan, memahami sekaligus menginventarisir situs budaya dan penggalian kembali keanekaragaman kesenian di wilayah Sukabumi, khususnya daerah pesisir Sukabumi Selatan. 

Lokasi yang menjadi tujuan kegiatan kunjungan Budaya/Saba Budaya adalah Pendopo Prabu Siliwangi yang berada pada Kompleks Wihara Nam Hai Kwan Im Pu Sa. Dipilihnya lokasi ini karena ingin mengapresiasi dan mendokumentasikan keberagaman budaya antara budaya Sunda dan budaya Tionghoa yang saling berdampingan sebagai wujud dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan ini pun mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Hal ini terlihat dari adanya beberapa warga etnis tionghoa yang juga pengelola Wihara tampak bahagia dengan adanya kegiatan tersebut, terlebih wihara tersebut merupakan salah satu kekayaan budaya yang berada di  pelosok Jawa Barat ini.  

Sementara itu, masih di wilayah Palabuanratu Sukabumi, BPBKD pun melaksanakan pula kegiatan "Helaran Kesenian Tradisional" dengan menunjuk SMA Mutiara Terpadu Palabuanratu Sukabumi sebagai tuan rumah. 

Kasubbag Tata Usaha BPBKD Yandi Darojat, yang hadir kala itu, mengungkapkan kegiatan Saba Budaya/Kunjungan Budaya dan Helaran Kesenian Tradisional tahun ini dilaksanakan di 5 wilayah, Kabupaten Sukabumi merupakan lokasi terakhir mengingat sebelumnya Kegiatan yang sama telah dilaksanakan di 4 wilayah lain, yaitu Kabupaten Subang, Kota Bandung, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Tasikmalaya. 

"Kegiatan ini penting, mengingat seni tradisional Sunda kini hampir tergerus oleh budaya asing. Minat remaja pun tereduksi dengan budaya populer. Hal lain, berkaitan dengan wilayah Palabuan Ratu yang masuk ke dalam Geopark Ciletuh, maka seyogyanya budaya dan seni lokal harus dimunculkan," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu media apresiasi seni bagi siswa dan guru terhadap kesenian yang berkembang di wilayahnya. Dengan begitu kesenian yang dianggap sudah diujung kepunahan akan kembali tergali dan terlestarikan. 

Beberapa kesenian yang ditampilkan pada Helaran kali ini yaitu Dogdog Lojor, Angklung Ubrug, dan beberapa tarian khas pesisir yang menggambarkan kekayaan alam bernuansa alam bahari yang selama ini eksistensinya kurang terekspos.