Berita Dinas Pendidikan Jawa Barat

Terjun Langsung, Siswa SMKN 9 Bandung Praktik Bisnis Kopi di Braga City Walk

Terjun Langsung, Siswa SMKN 9 Bandung Praktik Bisnis Kopi di Braga City Walk

Terjun Langsung, Siswa SMKN 9 Bandung Praktik Bisnis Kopi di Braga City Walk
1786584374888-1000678332.webp
1786584375066-1000678328.webp
1786584375217-1000678312.webp
1786584375359-1000678313.webp
Sebanyak 20 siswa SMKN 9 Bandung mengikuti praktik Coffee Corner atau Beverage Business Project di Braga City Walk, Bandung, Jumat (7/8/2026).
Aug 09, 2026 07:09:29 Nizar 4118 Views

BANDUNG, DISDIK JABAR -- Sebanyak 20 siswa SMKN 9 Bandung mengikuti praktik Coffee Corner atau Beverage Business Project di Braga City Walk, Bandung, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Bantuan Pemerintah Pembelajaran Berbasis Projek pada Keahlian Khusus dengan fokus okupasi Barista.

Siswa Konsentrasi Keahlian Kuliner SMKN 9 Bandung menjalankan kegiatan praktik dalam suasana kerja yang melibatkan konsumen secara langsung. Siswa mendapat pembagian tugas sesuai kebutuhan operasional, mulai dari produksi minuman, pelayanan hingga marketing.

Kegiatan tersebut dirancang bersama mitra dunia kerja untuk memberikan pengalaman praktik sesuai kondisi industri. Siswa juga mendapatkan pendampingan dari praktisi kopi dalam proses pembelajaran.

Salah seorang siswa, Kinanti Dwinandila mengatakan, praktik di ruang publik memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran praktik di sekolah.

“Kalau di sekolah lingkupnya hanya bersama siswa dan lingkungan sekolah. Kalau di sini kami berhadapan dengan banyak orang dan konsumen secara langsung. Jadi, memang terasa berbeda,” ujarnya.

Siswa lainnya, Karmila Putri Septiani mengaku sempat merasa gugup ketika melayani konsumen. Menurutnya, siswa perlu memahami produk yang dijual agar dapat menjelaskan kepada konsumen dengan baik.

“Awalnya deg-degan dan takut salah menjawab ketika berhadapan dengan konsumen. Yang paling penting kita harus tahu produk yang kita jual. Jadi ketika menjelaskan kepada konsumen, kita bisa menyampaikannya dengan jelas,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman menghadapi situasi kerja secara langsung.

“Kegiatan seperti ini penting karena kami mendapatkan pengalaman langsung. Kami tidak hanya belajar secara teori atau praktik di sekolah, tetapi juga merasakan bagaimana menghadapi situasi dan konsumen secara langsung,” ujar Karmila.

Dorong Kompetensi Barista Berstandar Industri

Kepala Program Studi Kuliner SMKN 9 Bandung, Vianny Agustina Citrasari mengatakan, program tersebut diarahkan untuk membekali siswa dengan kompetensi barista yang sesuai standar industri.

“Tujuan akhirnya adalah agar siswa dapat lulus dengan kompetensi barista yang berstandar industri,” katanya.

Ia berharap, kompetensi tersebut mendukung siswa untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha coffee shop secara mandiri.

Program ini juga diarahkan mengenalkan potensi kopi lokal Jawa Barat kepada siswa. Penguasaan keterampilan pengolahan dan penyajian kopi diharapkan dapat mendorong siswa mengembangkan produk kopi lokal dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Program ini juga memiliki tujuan ekosistem untuk mengangkat potensi kopi lokal Jawa Barat agar naik kelas dan bernilai ekonomi tinggi melalui tangan inovasi generasi muda,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, SMKN 9 Bandung bekerja sama dengan tiga mitra dunia kerja, yaitu Nice Day Coffee, Osiris Coffee, dan Cikopi Mang Eko.

Selain pembelajaran bagi siswa, program tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru melalui magang dan sertifikasi. Untuk sertifikasi kompetensi guru, SMKN 9 Bandung bekerja sama dengan LSP Rajawali Hospitality Nusantara yang difasilitasi oleh BPD PHRI Jawa Barat.

Program Pembelajaran Berbasis Projek tersebut berlangsung selama kurang lebih enam bulan, mulai Juni hingga November 2026. Rangkaian kegiatan mencakup persiapan, pembelajaran dan praktik, diseminasi hasil, pelaporan, serta tindak lanjut.

Kegiatan diseminasi hasil pembelajaran berbasis projek dilaksanakan dalam dua tahap. Setelah kegiatan di Braga City Walk, tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 18–23 Agustus 2026 di Atrium Ciunik Summarecon Bandung.

Melalui program tersebut, lanjutnya, siswa mendapatkan pengalaman menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan kompetensi barista, pelayanan konsumen, pemasaran, dan pengelolaan usaha.

Komentar (0)

Tulis Komentar Anda

Memuat komentar...