Berita Dinas Pendidikan Jawa Barat

Peringati Haornas 2026, Gubernur: Olahraga Mengajarkan Kejujuran dan Sportivitas

Peringati Haornas 2026, Gubernur: Olahraga Mengajarkan Kejujuran dan Sportivitas

Peringati Haornas 2026, Gubernur: Olahraga Mengajarkan Kejujuran dan Sportivitas
1790063099845-1000726473.webp
1790063099996-1000726476.webp
1790063100117-1000726493.webp
1790063100242-1000726487.webp
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pada Peringatan Haornas Tingkat Jabar 2026 di Lapangan Sport Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (22/9/2026).
Sep 22, 2026 07:45:00 Nizar 236 Views

BANDUNG, DISDIK JABAR -- Olahraga mengajarkan kesabaran, kerja keras, keuletan, kejujuran, dan sportivitas. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi pada Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tingkat Jabar Tahun 2026 di Lapangan Sport Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (22/9/2026).

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, perlu menjadi bagian dari kehidupan setiap orang. “Jadi, olahraga mengajarkan kesabaran, kerja keras, dan keuletan terus-menerus,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, olahraga juga dimulai dari pikiran. Kesehatan fisik perlu berjalan bersama dengan kesehatan pikiran agar seseorang dapat menjalani kehidupan secara sehat.

“Olahraga dimulai dari pikiran. Walaupun kita olahraga setiap hari, kalau pikiran kita depresi maka tetep enggak sehat” katanya.

Gubernur pun menegaskan, sportivitas harus menjadi bagian dari pencapaian prestasi. Prestasi yang diraih dengan kecurangan tidak mencerminkan nilai olahraga. “Kalau prestasi curang, itu bukan olahragawan, tapi pecundang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dan mengendalikan emosi. Kemampuan menahan diri menjadi salah satu pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

“Jaga diri, jaga emosi. Inti belajar agama adalah belajar menahan hawa nafsu. Olahraga adalah 'nafsu' yang dikelola menjadi energi,” tuturnya.

Gubernur menyebut olahraga sebagai investasi bagi setiap orang. Tubuh yang sehat dapat membantu menjaga kualitas hidup dan mengurangi pengeluaran untuk pengobatan.

“Olahraga itu investasi bagi diri kita masing-masing. Dengan olahraga, badan kita sehat. Dengan sehat, kita juga investasi panjang umur, enggak mengeluarkan biaya untuk berobat dan investasi kebahagiaan,” ungkapnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dengan suasana yang rekreatif dan sehat.

“Sudah saatnya olahraga dari berkeringat jadi rekreatif dan higienis. Stadion enggak harus di kota, tapi di tengah kebun dan sawah. Olahraga harus rekreatif,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para pelaku olahraga di Jawa Barat, baik profesional maupun masyarakat, termasuk komunitas olahraga disabilitas dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI).

“Terima kasih kepada pelaku olahraga di Jabar, baik profesional ataupun kemasyarakatan. Semuanya sudah berpartisipasi pada iklim investasi olahraga di Jabar,” ucapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus, Firman Oktora.***

Komentar (0)

Tulis Komentar Anda

Memuat komentar...