Berita Dinas Pendidikan Jawa Barat

18 Rutilahu Dibangun OPD Jabar Lewat Program Poe Ibu, Disdik Bangun Rumah Layak Huni untuk Bu Dede

18 Rutilahu Dibangun OPD Jabar Lewat Program Poe Ibu, Disdik Bangun Rumah Layak Huni untuk Bu Dede

18 Rutilahu Dibangun OPD Jabar Lewat Program Poe Ibu, Disdik Bangun Rumah Layak Huni untuk Bu Dede
1788855705990-1000711411.webp
1788855706136-1000711429.webp
1788855706216-1000711416.webp
Pemprov Jabar membangun 18 rumah prioritas yang sebelumnya tidak layak huni (rutilahu) melalui program Poe Ibu, Sapoe Sarebu di Desa Girimukti, Kec. Cikelet, Kab. Garut.
Sep 08, 2026 15:22:00 Nizar 460 Views

GARUT, DISDIK JABAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membangun 18 rumah prioritas yang sebelumnya tidak layak huni (rutilahu) melalui program Poe Ibu (Sapoe Sarebu) di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kab. Garut melalui program Poe Ibu, Sapoe Sarebu.

Program tersebut menghimpun kepedulian dan partisipasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman saat memimpin Apel ASN Pemprov Jabar di Desa Girimukti, Kabupaten Garut, Selasa (8/9/2026).

Sekda mengatakan, 18 rumah prioritas tersebut dibangun melalui kontribusi masing-masing OPD yang menghimpun dana dari program Poe Ibu. Dana yang terkumpul kemudian didedikasikan untuk membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas rumah dan lingkungan tempat tinggal.

“Program Poe Ibu ini menjadi bentuk kepedulian bersama. Hasil yang dikumpulkan kemudian didedikasikan untuk membantu warga masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Salah satu rutilahu yang dibangun melalui program tersebut adalah rumah milik Bu Dede yang dibangun melalui kontribusi keluarga besar Dinas Pendidikan Jawa Barat. Dari program Poe Ibu, terkumpul dana patungan sebesar Rp45 juta untuk pembangunan rumah yang terletak di Kampung Sukamaju RT 2/RW 3, Desa Girimukti. Rumah tersebut dibangun dengan sentuhan tradisional dengan konsep rumah panggung dengan material alami.

Pembangunan rumah prioritas tidak hanya diarahkan pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan sanitasi. Oleh karena itu, pembangunan rumah juga dilengkapi sarana mandi, cuci, kakus (MCK) serta septic tank agar masyarakat memiliki lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan layak.

Sekda menegaskan, pemerintah tidak ingin program perbaikan rumah berhenti pada pembangunan fisik semata. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh, terutama dalam bidang kesehatan, perumahan, dan permukiman.

Ia juga akan mendorong keterlibatan Gerakan Pramuka Jawa Barat dalam mendukung perbaikan rumah masyarakat. Sebagai Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jabar, Pramuka diharapkan dapat ikut memperkuat gerakan sosial tersebut, khususnya penyediaan fasilitas sanitasi.

Selain program Poe Ibu, Pemprov Jabar juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Jabar pada tahun ini mendapatkan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dalam jumlah besar untuk mendukung peningkatan kualitas rumah masyarakat.

Sekda berharap, sinergi antara pemerintah, OPD, Pramuka, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan rutilahu di Jawa Barat.

Menurutnya, pemerintah dapat memberikan stimulus, tetapi keberlanjutan program sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, warga juga didorong memanfaatkan potensi lingkungan sekitar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Di antaranya, melalui pemanfaatan pekarangan serta pengembangan peternakan ayam Sentul.

“Pemerintah memberikan stimulus, tetapi kuncinya ada di masyarakat. Supaya masyarakat raharja tur rahayu, setiap rumah diharapkan dapat memanfaatkan pekarangannya dan mengembangkan potensi yang ada,” katanya.

Sekda berharap, program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat, sekaligus memastikan semakin sedikit warga yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Kadisdik Jabar, Purwanto turut hadir meninjau beberapa rumah prioritas yang telah dibangun di kawasan tersebut.***

Komentar (0)

Tulis Komentar Anda

Memuat komentar...