Berita Dinas Pendidikan Jawa Barat

Hadapi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Gubernur Instruksikan Penguatan Perlindungan Peserta Didik

Hadapi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Gubernur Instruksikan Penguatan Perlindungan Peserta Didik

Hadapi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Gubernur Instruksikan Penguatan Perlindungan Peserta Didik
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Sep 07, 2026 07:31:18 Rury 1337 Views

BANDUNG, DISDIK JABAR — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan penguatan kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat, termasuk peserta didik dan warga satuan pendidikan dalam mengantisipasi potensi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke wilayah Jawa Barat.

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 119/KS.01.01/Dinkes tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keselamatan Jadi Prioritas

Dalam surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan diarahkan untuk meningkatkan perlindungan peserta didik dan warga satuan pendidikan serta menyebarluaskan edukasi mengenai bahaya abu vulkanik dan langkah perlindungan kesehatan.

Gubernur juga mengarahkan kepala sekolah di wilayah dengan intensitas sebaran abu vulkanik yang tinggi untuk mengambil keputusan pelaksanaan pembelajaran secara daring dari rumah. Dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi di lapangan serta memperhatikan arahan instansi yang berwenang.

Selain itu, kegiatan sekolah dan aktivitas luar ruangan dapat disesuaikan atau dihentikan sementara apabila kondisi sebaran abu vulkanik dan kualitas udara berpotensi membahayakan kesehatan.

Gubernur pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan menyusul potensi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada. Jika kondisi sebaran abu vulkanik cukup tinggi, kurangi aktivitas di luar ruangan dan sedapat mungkin tetap berada di dalam rumah apabila tidak ada keperluan mendesak,” imbaunya, Senin (7/9/2026).

Gubernur juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, dengan mengutamakan masker jenis KN95, serta menggunakan kacamata ketika berada di luar ruangan untuk melindungi mata dari paparan abu vulkanik.

“Lindungi diri dari paparan abu. Gunakan masker, lindungi mata, jaga kebersihan diri, dan apabila membersihkan abu vulkanik, sebaiknya dibasahi terlebih dahulu agar tidak kembali beterbangan dan terhirup,” katanya.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk melindungi sumber air dan makanan dari paparan abu vulkanik serta segera membersihkan diri apabila terpapar.

“Pastikan air dan makanan tetap terlindungi. Kalau mengalami gangguan pernapasan, sesak napas, nyeri dada, iritasi mata, gangguan kulit, atau gejala berat lainnya setelah terpapar abu vulkanik, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” pesannya.

Gubernur menegaskan, masyarakat harus mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Yang harus kita ikuti adalah informasi resmi dari pemerintah dan pihak yang berwenang. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan kepanikan,” tegasnya.***

Komentar (0)

Tulis Komentar Anda

Memuat komentar...