SUBANG, DISDIK JABAR — Metodologi pembelajaran matematika yang mampu membuat siswa lebih senang dan bersemangat perlu terus dikembangkan dan diperluas. Salah satunya melalui metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang dapat menghadirkan pengalaman belajar matematika secara menyenangkan bagi peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada penutupan Pelatihan Guru Matematika yang merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Jawa Barat, Telkomsel, dan Gasing Academy di SMK Negeri 2 Subang, Kamis (1/10/2026). Penutupan pelatihan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto.
Gubernur mengungkapkan, antusiasme siswa selama mengikuti pembelajaran menjadi indikator bahwa pendekatan pembelajaran matematika perlu terus dikembangkan.
“Semua siswa happy, semua semangat belajar. Metodologi ini sangat baik,” ujar Gubernur.
Menurutnya, pembelajaran matematika berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah. Namun, efektivitas metodologi yang tepat dapat membuat pemahaman siswa berkembang jauh lebih cepat.
“Kan anak belajar matematika SD enam tahun, SMP tiga tahun, SMA tiga tahun. Bisa jadi kalau metodologinya tepat, (hasilnya) bisa diserap dalam waktu singkat,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Gubernur menekankan pentingnya penguasaan metodologi Gasing oleh para guru di sekolah. Dengan demikian, penerapan pembelajaran tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi dapat terus diintegrasikan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
“Yang lebih bagus, guru-guru yang ada di sekolah menguasai metodologi ini sehingga belajar Gasing bisa jauh lebih lama,” ucapnya.
Gubernur berharap, penguasaan metodologi tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman, sekaligus penguasaan matematika siswa secara berkelanjutan.
Ia juga menegaskan, penguatan pembelajaran matematika melalui metode Gasing tidak hanya menjadi kebutuhan Jawa Barat, tetapi juga relevan bagi berbagai daerah di Indonesia.
“Seluruh Indonesia membutuhkan Gasing,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, penguatan kompetensi guru diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas pendidik, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih menyenangkan, mudah dipahami, serta mendorong siswa semakin percaya diri dalam belajar. ***






