Berita Dinas Pendidikan Jawa Barat

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Bantuan Pendidikan Jabar Sakola

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Bantuan Pendidikan Jabar Sakola

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Bantuan Pendidikan Jabar Sakola
1790846622931-1000737008.webp
1790846623069-1000737027.webp
1790846623193-1000737025.webp
Disdik Jabar menyosialisasikan terobosan pendidikan terbaru bernama Program Jabar Sakola, Kamis (1/10/2026).
Oct 01, 2026 09:23:43 Nizar 74 Views

BANDUNG, DISDIK JABAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyosialisasikan terobosan pendidikan terbaru bernama Program Jabar Sakola (PJS). Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan masyarakat dan menekan angka putus sekolah di Jawa Barat melalui serangkaian skema bantuan pendidikan yang komprehensif.

Sosialisasi ini digelar di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh bidang di lingkungan Disdik Jabar serta perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I-XIII.

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim menyampaikan, Program Jabar Sakola merupakan transformasi dari program beasiswa pendidikan sebelumnya. Untuk memastikan bantuan ini benar-benar tepat sasaran, Disdik Jabar telah memadankan data penerima secara presisi dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tidak terjadi duplikasi dengan bantuan dari pemerintah pusat seperti PIP atau PKH.

"Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan," ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan menegaskan komitmen Disdik Jabar dalam menjaga ketepatan sasaran dari program ini. Ia menginstruksikan seluruh jajaran di 13 KCD untuk bekerja keras melakukan verifikasi faktual di lapangan.

"Rekan-rekan di cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data. Ini untuk memastikan bahwa program bantuan tersebut disalurkan secara tepat kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya," tegasnya.

Implementasi kebijakan Program Jabar Sakola ini terbagi dalam empat skema bantuan utama yang disiapkan bagi para siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB yang saat ini tengah menempuh pendidikan. Keempat skema tersebut meliputi:

1. PJS Personal

Bantuan pendanaan yang ditujukan bagi siswa dari keluarga rentan (Desil 1) yang tidak menerima PKH/PIP. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan personal siswa guna mencegah risiko putus sekolah, seperti untuk pembelian seragam, buku hingga ongkos transportasi harian.

2. PJS Operasional

Bantuan keringanan beban pembayaran SPP per tahun bagi siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta yang masuk dalam kategori rentan (Desil 1 dan 2). Istimewanya, khusus untuk jenjang SLB swasta, seluruh siswa akan mendapatkan fasilitas bantuan ini tanpa melihat kriteria desil ekonomi.

3. PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)

Bantuan pembiayaan mencakup pemenuhan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) serta subsidi SPP bulanan. Program ini ditujukan bagi siswa yang bersekolah di SMA/SMK swasta yang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Pemprov Jabar sejak masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

4. PJS Mitra Industri

Merupakan program beasiswa pendidikan penuh yang memberikan kesempatan bagi siswa terpilih untuk bersekolah di kawasan SMK Mitra Industri di Bekasi. Siswa akan dibiayai penuh selama tiga tahun hingga lulus dan disiapkan agar siap diserap oleh dunia kerja.

Melalui hadirnya Program Jabar Sakola, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap tidak ada lagi anak yang terpaksa putus sekolah karena kendala biaya, sekaligus mewujudkan pemerataan pendidikan demi terciptanya generasi Jabar istimewa.***

Komentar (0)

Tulis Komentar Anda

Memuat komentar...