KUNINGAN, DISDIK JABAR – Sebanyak 80 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Barat memperkuat langkah penyelarasan kompetensi lulusan dengan dunia kerja melalui kegiatan Peningkatan Kapabilitas SDM Kemitraan SMK dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan tersebut berlangsung di Hotel Santika Premiere Linggarjati, Kabupaten Kuningan mulai tanggal 29 September hingga 1 Oktober 2026.
Puluhan sekolah vokasi yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut terdiri dari 44 SMK negeri dan 36 SMK swasta. Sedangkan peserta berasal dari 5 wilayah, dengan perwakilan terbanyak dari Kabupaten Indramayu sejumlah 26 sekolah (19 negeri dan 7 swasta).
Selanjutnya, partisipasi juga datang dari Kabupaten Cirebon sebanyak 21 sekolah (8 negeri dan 13 swasta), Kabupaten Kuningan sebanyak 15 sekolah (7 negeri dan 8 swasta), Kabupaten Majalengka berjumlah 13 sekolah (8 negeri dan 5 swasta), serta Kota Cirebon yang diwakili 5 sekolah (2 negeri dan 3 swasta).
Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Edy Purwanto pun menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas ruang kolaborasi yang diberikan kepada puluhan perwakilan sekolah dengan berbagai mitra industri tersebut.
“Ini menunjukkan kolaborasi yang selaras antara pusat dan Jawa Barat bahwa SMK mutlak harus bermitra dengan industri. Teruslah bergerak mencari pasangan industri strategis agar sekolah Bapak/Ibu menjadi yang terbaik dalam lima hingga enam tahun ke depan,” ujarnya.
Menurut Edy, SMK tidak bisa dilepaskan dari ekosistem dunia usaha. Peningkatan kompetensi lulusan harus senantiasa didasarkan pada prinsip link and match.
"Bapak dan Ibu paham bahwa yang utama adalah menyiapkan kurikulum, menyelaraskan pembelajaran, mempersiapkan anak-anak PKL hingga menghadirkan guru tamu. Ujung dari semua upaya ini adalah tingginya keterserapan lulusan ke dunia kerja, wirausaha maupun melanjutkan pendidikan," tegasnya.
Ia juga mengajak pihak industri untuk bersama-sama mendidik dan mempersiapkan siswa yang tangguh.
"Minimal, anak-anak kami saat PKL bukan sekadar disuruh memfotokopi dokumen, jadikanlah PKL tersebut sebagai sarana pembelajaran yang sesungguhnya. Bantu kami karena anak-anak SMK inilah yang kelak akan menjadi tenaga penggerak di perusahaan Bapak/Ibu," imbaunya.
Sebanyak 23 perusahaan dari enam bidang industri strategis hadir menandatangani komitmen kerja sama ini. Pada sektor teknologi informasi dan telekomunikasi, kemitraan dijalin erat bersama PT Telkom Indonesia, PT Telkom Cirebon, PT Bonet, PT Cakrawala Global Yaksa (CGY), PT Cimanuk Digital Network, PT Pangkalan Lintas Data, PT Maha Indo Telekomunikasi, PT Grage Media Teknologi, serta PT Erion Cipta Semesta.
Sementara itu, untuk menyelaraskan kebutuhan sektor manufaktur dan elektronika, SMK turut menggandeng PT Tera Data Indonusa (Axioo Indonesia), PT Omron Manufacturing of Indonesia, PT Arteria Daya Mulia (ARIDA), PT Palindo, dan PT Tri Metric Indonesia.
Kemitraan juga diperluas ke sektor perdagangan ritel dan otomotif melalui keterlibatan PT Akur Pratama (Yogya Group), PT Auto 2000 Indramayu, serta PT ACE Indonesia Sukses.
Dukungan nyata bagi pengembangan kompetensi siswa juga mengalir dari sektor perhotelan yang diwakili Hotel Santika Kuningan dan Hotel Grand Tryas; sektor pendidikan dan pelatihan vokasi melalui Agate Academy dan BNET Academy; serta sektor agribisnis yang menggandeng PT Talaga Unggas Bahagia dan PT Akara Natura Nusantara (AKTARA).
Melalui pendataan administratif PKS yang tertib, komitmen lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekosistem vokasi, sekaligus menjawab tantangan peningkatan mutu menuju SMK Jabar istimewa.***





