Berita Dinas Pendidikan Jawa Barat

SMKN 13 Bandung Empat Tahun Beruntun Wakili Jabar di LKS Nasional Cloud Computing

SMKN 13 Bandung Empat Tahun Beruntun Wakili Jabar di LKS Nasional Cloud Computing

SMKN 13 Bandung Empat Tahun Beruntun Wakili Jabar di LKS Nasional Cloud Computing
1785481957220-attachment-1785237531422.webp
Guru pembimbing SMKN 13 Bandung, Pratiwi.
Jul 31, 2026 07:12:37 3967 Views

BANDUNG, DISDIK JABAR — Peserta asal Jawa Barat, Adelya Fauzi Alfian mulai mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Nasional 2026 pada mata lomba Cloud Computing secara daring dari SMKN 13 Bandung, Selasa (28/7/2026).

Pada kompetisi tahun ini, peserta mengerjakan tiga modul utama yang menguji kemampuan DevOps CI/CD, Infrastructure as Code dan Automation, serta EMR dan Data Analytics.

Guru pembimbing SMKN 13 Bandung, Pratiwi mengatakan, materi pada LKS Nasional terus berkembang mengikuti kebutuhan industri. Setiap tahun selalu ada teknologi baru yang harus dipelajari, sedangkan materi dari tahun-tahun sebelumnya tetap menjadi bagian dari kompetisi.

"Tahun ini tantangan terbesarnya ada pada data analytics. Materi lama tetap digunakan, tetapi selalu ada penambahan teknologi baru yang harus kami pelajari," ujarnya.

Menurut Pratiwi, tantangan tersebut dijawab Adelya dengan semangat belajar yang tinggi. Ia melihat siswanya selalu tertarik mencoba hal-hal baru dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan yang belum pernah ditemui sebelumnya.

"Saya beri tantangan, dia kerjakan. Kalau menemukan kendala, dia datang sendiri untuk berdiskusi. Dia selalu penasaran ingin tahu dan menikmati tantangan baru," katanya.

Karakter itu dinilai selaras dengan nilai Singer dalam pendidikan karakter Pancawaluya yang digagas Gubernur Jawa Barat, yakni berani mengambil inisiatif, terus belajar, serta siap menghadapi perubahan.

Menurutnya, pembinaan peserta tidak dimulai menjelang lomba, melainkan berlangsung sepanjang tahun. Begitu satu edisi LKS Nasional berakhir, tim pembimbing langsung menyusun strategi, mempelajari perkembangan teknologi hingga menyiapkan calon peserta berikutnya.

"Kami terus mengikuti perkembangan teknologi yang mengacu pada standar WorldSkills. Setelah satu LKS selesai, kami langsung mulai belajar lagi untuk mempersiapkan tahun berikutnya," ujarnya.

Pratiwi mengakui, perkembangan teknologi yang sangat cepat juga menuntut guru terus meningkatkan kompetensinya. Bahkan, bidang cloud computing yang kini menjadi andalan SMKN 13 Bandung juga dipelajarinya dari awal bersama para siswanya.

"Saya juga belajar dari nol. Kami melihat cloud computing memiliki prospek besar sehingga kami memutuskan untuk terus mengembangkan kompetensi ini bersama-sama," ungkapnya.

Dalam proses pembinaan, SMKN 13 Bandung membangun ekosistem belajar melalui komunitas Rumah Awan yang beranggotakan para alumni peserta LKS Cloud Computing. Para alumni aktif berbagi pengalaman, membantu mencari referensi teknologi terbaru hingga berdiskusi bersama peserta yang sedang dipersiapkan.

"Hubungan kami sudah seperti keluarga. Kakak-kakak alumni ikut membantu mencari solusi, berdiskusi, dan mendampingi adik-adiknya selama persiapan," jelas Pratiwi.

Ia menilai, kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan pembinaan di SMKN 13 Bandung. Setiap alumni memiliki keahlian yang berbeda sehingga mampu saling melengkapi dalam mendukung peserta menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah.

Konsistensi pembinaan itu mengantarkan SMKN 13 Bandung kembali mewakili Jawa Barat pada LKS Nasional bidang Cloud Computing. Tahun ini menjadi keikutsertaan keempat secara berturut-turut mewakili Jawa Barat, sekaligus tahun ketiga berturut-turut tampil di tingkat nasional pada mata lomba tersebut.

Pratiwi berharap, pengalaman tersebut dapat mendorong lebih banyak siswa untuk berani mempelajari bidang-bidang baru yang terus berkembang.

"Langkah pertama memang selalu berat. Tapi kalau berani memulai dan terus belajar, insyaallah akan ada jalan," pungkasnya.***

Komentar (0)

Tulis Komentar Anda

Memuat komentar...