LEMBANG, DISDIK JABAR — Prestasi Khanza Febriniasuri yang meraih juara pertama Lomba Mendongeng tingkat Jawa Barat pada Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara menjadi salah satu capaian siswa SMAN 1 Lembang dalam bidang seni dan sastra.
Kepala SMAN 1 Lembang, Asep Kurniawan mengatakan, prestasi tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya Saung Sastra.
Saung Sastra menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang sastra dan teater. Kegiatan tersebut memiliki dua fokus, yaitu teater dan sastra serta telah menghasilkan berbagai prestasi dalam beberapa tahun terakhir.
“Khanza ini adalah hasil dari Saung Sastra. Di Saung Sastra itu ada dua konsentrasi, yaitu teater dan sastra. Alhamdulillah, sudah banyak prestasi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut,” tuturnya saat ditemui di sekolah, Jumat (25/9/2026).
Menurut Asep, sekolah memiliki komitmen untuk memberikan ruang kepada setiap siswa sesuai potensi dan minatnya. Ia menilai, kemampuan siswa tidak selalu berkembang melalui bidang akademik, tetapi juga lewat berbagai kegiatan seni dan kreativitas.
“Setiap anak itu unik. Mereka punya potensi dan kecerdasan yang berbeda. Tugas sekolah adalah memberikan ruang supaya potensi itu bisa berkembang,” ungkapnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. SMAN 1 Lembang memiliki lebih dari 30 ekstrakurikuler yang dapat diikuti siswa. Termasuk seni rupa, angklung, musik tradisional, wayang, serta kegiatan teater dan sastra.
Di bidang seni rupa, misalnya, siswa mendapatkan ruang untuk mengikuti pameran serta mengembangkan karya berupa lukisan, sketsa, poster, dan bentuk karya visual lainnya. Salah satu siswa yang aktif di bidang tersebut adalah Kirana Artistan Maheswari.
Asep mengatakan, karya siswa juga mendapat ruang untuk ditampilkan di lingkungan sekolah. Salah satunya lukisan karya Kirana yang dipajang di sekolah dengan tema Sangkuriang yang berkaitan dengan identitas kawasan Lembang dan Tangkuban Parahu.
Selain seni rupa, sekolah juga mengembangkan musik tradisional dan modern. Kegiatan seperti angklung dan gamelan berjalan berdampingan dengan pengembangan musik modern melalui Lembang Simfoni Orkestra (LSO) Semile.
Menurutnya, pengembangan seni tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Kegiatan seni memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, sekaligus membangun nilai dan karakter.
“Di era AI seperti sekarang, kita tetap memberikan ruang untuk seni konvensional. Karena, di sana ada nilai-nilai spiritual, emosional, dan karakter yang perlu dibangun,” tuturnya.
Pengembangan seni dan sastra juga, tambahnya, diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya Sunda. Lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengenal dan mengembangkan kesenian tradisional.
Dukungan terhadap kegiatan seni turut diperkuat melalui program Teater Masuk Sekolah yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Barat. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan bagi siswa yang memiliki minat di bidang teater untuk mendapatkan pengalaman dan ruang berekspresi.
Asep berharap, berbagai kegiatan tersebut dapat terus menjadi bagian dari proses pendidikan di SMAN 1 Lembang. Sekolah berkomitmen menyediakan ruang bagi siswa untuk mengenali, mengembangkan, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki melalui berbagai bidang, termasuk seni dan sastra.***



